<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>,, and tHE sTORy gOeS ,,, &#187; jakarta</title>
	<atom:link href="http://www.tayuna.com/tag/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tayuna.com</link>
	<description>just to share what&#039;s in heart and mind</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 02:55:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Diseberangkan Gerimis</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2009/07/aku-lihat-dia-diseberangkan-gerimis-kepinggir-jalan-itu/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2009/07/aku-lihat-dia-diseberangkan-gerimis-kepinggir-jalan-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 06:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[reality]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[gerimis]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tempe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Dalam selang langit yang berubah jadi cahaya,
Dalam lintas yang tidak terlalu padat di sela-sela sibuknya pagi,
Masih tetap diselatan Jakarta,,,,,,
Jam menunjukkan jam 5.15, masih terlalu pagi memang untuk sebuah ukuran Jakarta. Tak seperti biasanya juga aku berjalan keluar dari kompleks (kost-kostan maksudnya, hehhehhe) untuk jalan-jalan mengeluarkan sisa energi yang tumbuh menjadi lemak,, karena rasanya terlalu tambun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dalam selang langit yang berubah jadi cahaya,<br />
Dalam lintas yang tidak terlalu padat di sela-sela sibuknya pagi,<br />
Masih tetap diselatan Jakarta,,,,,,<br />
Jam menunjukkan jam 5.15, masih terlalu pagi memang untuk sebuah ukuran Jakarta. Tak seperti biasanya juga aku berjalan keluar dari kompleks (kost-kostan maksudnya, hehhehhe) untuk jalan-jalan mengeluarkan sisa energi yang tumbuh menjadi lemak,, karena rasanya terlalu tambun dan berat kian hari. Untuk ukuran Jakarta yang menuntut semuanya serba cepat, rasanya ga perlu memelihara tubuh terlalu gendut, lebih tepatnya untuk mempertahankan agar tubuh terasa fit dan sehat.
</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi itu aku liat seorang bapak yang sudah nggak timur lagi ( istilah jawa, timur = muda). Rambutnya mulai memutih, tangan-tangannya mulai keriput, kakinya tak sekokoh dulu lagi (kayaknya <img src='http://www.tayuna.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ). Selintas dia tersenyum padaku, akupun tersenyum karena kita ke arah yang sama, sama-sama mau menyeberang jalan. Hanya saja aku terdiam tertegun, dan bapak tua itu mulai menyeberang jalan sambil membawa bakul yang dia jinjing dipundak tangan kanan kirinya (pikulan bahasa jawanya, cuma bahasa indonesianya apa, saya ga tahu <img src='http://www.tayuna.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-250"></span>Dalam sekejam BLASSSSSSTTTTTTTTTTTTTTTT&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.pikulan yang ternyata isinya tempe itu berantakan semua, tersentuh bodi metro mini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; ya ALLAH&#8230;&#8230;..sekejap aku berlari menghampirinya&#8230;&#8230;.&#8221;gapapa pak?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; gapapa nak&#8221; laki laki itu tetap mengumbar senyum.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;tapi pak tempenya?&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">&#8221; yang masih laku ya bapak jual, kalau yang udah berantakan ya biarin aja nak, bukan rejeki bapak. Makasih ya&#8221;. Dan lagi-lagi bapak itu tersenyum kearahku. Dia memunguti tempe-tempe yang berserakan, yang masih bisa dijual kembali dia masukkan di pikulan yang dia bawa, yang tak bisa dipakai dimasukkannnya tas plastik. Dan ya Rabb tempe yang di dalam tas plastik itu dibuangnya, rasanya hatiku miris pingin nangis, sepagi ini dia sudah siap  rugi dengan jualannya. Yang aku tahu proses membuat tempe itu cukup panjang, belum lagi kalau raginya ga bagus, maka tempe hanya tinggal kenangan alias ga jadi. Lumayan cukup banyak tempe yang terbuang, aku jadi berpikir bagaimana keluarganya yang berharap si bapak membawa uang yang cukup. Ahhhhhh&#8230;&#8230;.. padahal satu lonjor tempe harganya cuma 1500 perak, itupun masih bisa ditawar, kecuali tempe yang sudah masuk mall satu iris kecil saja Rp. 5000 harganya. Si supir metro mini sang penabrak hanya melongok dari jendela dan tetep menggas kencang kendaraannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pagi yang membuatku tertegun. Susah ya cari uang itu&#8230;&#8230;.kenapa kok kita bisa makan dan menghamburkan uang sebegitu banyaknya hanya untuk urusan makan, fun dsbnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahhhh pagi yang takjub&#8230;.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam petang yang sudah mulai tersimpuh, selepas magrib, isya&#8217; ding&#8230;..mencoba menikmati alam jakarta yang tetap saja penuh asap  kendaraan motor. Diseberang jalan aku lihat seorang lelaki memarkir motornya dipinggir jalan sambil tergopoh-gopoh dia berlari kecil menyusuri jalan, hemmmmmmmmm.</p>
<p style="text-align: justify;">Ternyata tas plastiknya terjatuh, dan beras itu sudah berceceran sepanjang jalan di jalur busway jakarta, berderu kendaraan yang kencang. Bapak itu memungut beras yang tumpah. Diraupnya sekepal demi sekepal dan dikembalikannya semampunya ke dalam plastik pembungkusnya. Beras itu tak ada 2 kg kalau saya taksir.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahhh petang, kembali menyeberangkan saya dalam gerimis.</p>
<p style="text-align: justify;">Terbayang beras yang tak seberapa itu untuk makan anak istrinya besok. Dia berangkat dengan puasa agar tetap bisa menghidupi anak istrinya agar anaknya tak kelaparan disekolah. Malam ini jam menunjukkan jam 22.15 , bapak itu membawa beras untuk disandingkan dengan hasil rajutan lauk sang istri, beras yang berkurang dan berceceran dijalan, beras yang telah bercampur bau aspal,,, hmmm,, lagi-lagi hanya bisa menghela nafas panjang, diantara gerimis yang membuat hati benar-benar luluh, senyap.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;"><em>Dalam kunang dilangit senja<br />
Diantara bintang yang bertabur lenggang<br />
Aku mencintaimu berhapus nana<br />
Dalam gemericik keringatmu yang syahdu<br />
Aku mengharapmu pulang dalam doaku<br />
Menghela nafasmu, dan masih mengusap keringatmu</em></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;"><em>Aku ingin kau tetap pulang menemuiku, mencium kening<br />
Tak perlu wangi katsuri, atau ramuan bulgari<br />
Cukup aku membaui keringatmu, berarti kau masih ada dalam cerminku<br />
Aku mencintaimu dalam tiap doaku<br />
Aku merindukanmu dalam tiap renungku<br />
Dalam tangan Tuhan aku mencintaimu<br />
Menunggumu pulang untuk saling tersenyum bening</em></span>
</p>
<p style="text-align: justify;">Puisi ini kudengar saat ada yang bercerita tentang sebuah keluarga, dan bagaimana kisah tentang harap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2009/07/aku-lihat-dia-diseberangkan-gerimis-kepinggir-jalan-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Angkringan Sego Kucing, Jakarta</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2009/06/angkringan-sego-kucing-jakarta/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2009/06/angkringan-sego-kucing-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 02:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mampang]]></category>
		<category><![CDATA[nasi kucing]]></category>
		<category><![CDATA[tempat makan]]></category>
		<category><![CDATA[trans tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tayanaside.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Mendengar kata angkringan, yang terbayang adalah makan malam di pinggir jalan sambil menikmati bintang-bintang dilangit dan mendengarkan alunan musik para pengamen dijalanan.
Kali ini kami akan membawa kalian menuju angkringan di seputar Jakarta Selatan tepatnya daerah Mampang. Untuk lahan pertama yuk kita berhenti didekat TransTV. Didekat tv swasta ini kita akan menemui beberapa warung makan, mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mendengar kata angkringan, yang terbayang adalah makan malam di pinggir jalan sambil menikmati bintang-bintang dilangit dan mendengarkan alunan musik para pengamen dijalanan.<br />
Kali ini kami akan membawa kalian menuju angkringan di seputar Jakarta Selatan tepatnya daerah Mampang. Untuk lahan pertama yuk kita berhenti didekat TransTV. Didekat tv swasta ini kita akan menemui beberapa warung makan, mulai dari bebek ireng suroboyo nya cak baz, warung khas jawa timur yang memiliki rujak petis yang maknyus, sampai dengan angkringan sego kucing (nasi kucing), nasi ala yogyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada 2 tenda makan disebelah gedung trans tv, dan salah satunya menawarkan nasi kucing. Biasanya ada beberapa lauk dalam bungkusan ini, bisa sesuir daging ayam atau pindang yang ditemani kering tempe. Menunya tak selalu tetap, tapi rasanya selalu nendang. Makan satu bungkus tak kan pernah cukup, minimal makan 2 bungkus, itupun masih ingin nambah dan nambah. Jangan lupa untuk mengambil gorengan dan ceker ayamnya juga . Hemmmmm rasanya nendang banget. Sebungkus nasi kucing ini harganya 2000. Eitss,, jangan lupa pesan teh angetnya juga, sekilas lepaskan beban pikiran kita seharian. Hasilnya tak sebanding harganya, dengan harga yang minim kita mendapatkan kesejukan hati yang luar biasa,.Walaupun dipinggir jalan tapi bisa membuat kita fresh esok paginya. Tapi jangan datang di area ini di pagi hari karena angkringan ini hanya buka di malam hari. Kalau pingin nambah lagi jangan lupa pesan indomie disebelahnya yah. Walau dirumah bisa bikin, tapi gatahu kenapa racikan dan cara memasaknya terasa beda ditambah sambil kongkow-kongkow menikmati side jakarta dimalam hari. Kalau mau nambah saya rekomendasikan untuk memesan roti bakarnya. Hemmmmm yum yum yum, lelehan coklat, keju,dan susunya tak bisa dilupakan. Andai saja roti bakar ini naik ke tempat-tempat bergengsi akan laku juga kok, karena rasanya tak kalah juga.<br />
<img class="alignright size-full wp-image-73" title="images" src="http://tayanaside.files.wordpress.com/2009/06/images.jpg" alt="images" width="118" height="89" />Setelah kita makan malam angkringan di trans tv, untuk malam berikutnya mari kita merangsak ke jalan mampang prapatan. Dibandingkan dengan angkringan di trans tv, letak angkringan di mampang prapatan ini, tepatnya didepan pasar mampang letaknya sangat mudah dicari hanya saja tak seluas dan selonggar di trans tv. Tapi jangan malas dulu, cobalah mampir sejenak. Disini jumlah lauk yang ditawarkan lebih banyak dan lengkap, dan rasanya benar-benar mirip seperti di jogja. Ah rasanya rasa kangen ke kampung halaman terpenuhi saat makan angkringan satu ini. Nasinya cukup pulen, masakannya benar-benar berempah dan berbumbu banget. Kalau disini minimal 3 juga ga akan puas makan sego kucing. Lauk tambahannya juga tak kalah, mulai dari tempe bacem, tempe goreng, ayam, tahu isi, telur puyuh yang rasanya seperti telur yang dicelup kedalam gudeg tapi dikeringkan dahulu. Nyam nyam nyam nendang dasyatnya&#8230;&#8230;.dan masih banyak lauk lagi. Wah,,, tenda kecil yang menghasilkan rasa luar biasa ciamiknya&#8230;&#8230;.. hebat&#8230;&#8230;&#8230;kapan-kapan yuk kita nangkring di angkringan mampang lagi, ahhhhh ga sabar menunggu malam dan menghabiskan berbuntel-buntel nasi lagi,pesan, nikmari dan rassksn&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2009/06/angkringan-sego-kucing-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
