You are currently browsing all posts tagged with 'film'

Ink Heart

  • Posted on July 13, 2009 at 5:18 pm
Pemain                    :Brendan Fraser, Eliza Bennett, Paul Bettany, etc
Sutradara                : Iain Softley
Genre                     : Advanture / Fantasy
Produksi                  : New Line Cinema
Tempat Nonton       : MPX Grande

Filem ini diadaptasi dari novel laris di tahun 2004 dengan judul yang sama Ink Heart – continue reading…

Transformer 2 : Revenge of The Fallen

  • Posted on July 7, 2009 at 12:02 pm
Pemain                   : Shia Labeouf , Megan Fox, Josh Duhamel, Tyrese Gibson
Sutradara               : Michael Bay
Genre                    : Action / Fantasy
Produksi                : Dreamworks, Paramount Pictures
Tempat Nonton     : Plaza Senayan XXI

Jumat 26 Juni pasca maghrib meluncurlah kami menembus kemacetan menuju Ex PI. Kenapa PI? Tidak lain tidak bukan karena ada 7 studio yang muter filem ini,, masak iya si gak kebagian. Tapi tak disangka-sangka tetap saja semua tiket transformer da sold out,, yaiksss. Ya sudahlah kami pulang dengan mata hampa. Esok paginya kebetulan janji ketemuan dengan temankyu di PS, sembari menunggu, yuksss mari mengantri tiket. Alhamdulillah kebagian, meski ada sedikit insiden BCA ku decline, xixixixiiii.

transformersTranformers 2,,, banyak sekali karakter dalam filem ini, namun fokus utamanya adalah pada 4 tokoh manusia dan 3 tokoh autobots. Masih ada Optimus Prime the great yang pada filem ini dikisahkan wafat namun kemudian bisa dihidupkan kembali oleh Sam. Bumble bee yang masih saja ‘bisu’, dan karakter baru autobots kembar yaitu The Jar Jar Binks Twins, which is really really annoying autobots :) .

Meskipun ada beberapa dialog dan scene yang kurang bisa dipahami dan sedikit membingungkan, overall filem ini menyuguhi adegan heroic, dramatis, kocak, romantis dan juga visual efek yang keren. Adegan peperangan dari kurang lebih 25 robot berlatar belakang mesir dengan piramidanya adalah sesuai yang lain lagi.  So dont miss it guys !

QUEEN BEE

  • Posted on June 10, 2009 at 4:00 pm
Pemain                   : Tika Putri, Oka Antara, Reza Rahadian, Mathias Muchus
Sutradara               : Fajar Nugros
Penulis                   : Ginatri S. Noer
Genre                    : Drama
Produksi                : Million Pictures 2009
Tempat Nonton      : Kalibata

HIDUP Queenita Siregar (Tika Putri) berubah total saat ayahnya, Rachmat Siregar (Mathias Muchus) terpilih menjadi calon presiden Republik Indonesia. Keharmonisan membina hubungan dengan sang ayah terenggut oleh hingar bingar politik yang banyak menyita waktu. Queen yang masih berumur 17 tahun tentunya sangat ingin mendapatkan kasih sayang dan pengalaman masa muda yang ingin diraihnya di lingkungan tempat Queen tinggal. Dengan sikap ayahnya yang terlalu larut dengan urusan politik menjadikan Queen apolitis karena kesal dengan hal-hal berbau politik.

pictQueen bukan gadis seperti yang kita kenal pada anak-anak pejabat di Indonesia khususnya yang mengeksklusifkan diri terhadap lingkungannya. Justru Queen tipe cewek yang memandang semua manusia pada dasarnya sama, tidak ada pengkotak-kotakan, dan yang paling penting baginya adalah kebebasan. Selain itu, Queen juga sosok anak muda yang kreatif dan melek teknologi akibat penguasaannya terhadap dunia maya termasuk yang lagi digilai orang-orang indo sekarang ”Facebook”.

Kadang seperti iklan rokok, anak muda seperti tak punya nyali dan pemikiran yang matang. Ide -ide Queen dianggap sebelah mata oleh pak rahmat dan tim kampanyenya. Tapi saat pak Rahmat menyerah kehabisan ide untuk merangkul kawula muda, disini  Queen punya andil dan jawabannya. Queen mengandalkan jejaring dan komunitas kreatif anak muda yang tak hanya bisa didapatkan dari facebook, tapi juga jejaring komunitas-komunitasnya di dunia maya tempat mereka biasa bertemu.
Di sisi lain, Queen tidak suka ulah  pengamanan yang berlebihan (Oka Antara) yang khusus diterjunkan untuk melindungi dirinya, efeknya benar-benar penuh kekangan.

Ada satu momen, hadir seorang pria tampan bernama Braga (Reza Rahadian) mengaku orang LSM Melati Putih yang membantu korban bencana alam ternyata berhasil meluluhkan hati Queen termasuk meluluhkan hati Pak Rachmat yang terkenal selalu extra hati-hati untuk tiap detail anak semata wayangnya.

Saat rakyat sudah menaruh harapan terhadap Rachmat setinggi-tingginya, tiba-tiba hancur dalam sehari ketika Queen menyalahgunakan kepercayaan ayahnya untuk memberikan sumbangan uang sebesar Rp100 juta yang ternyata dikasihkan ke Braga dengan alasan membantu korban bencana.

Alhasil, tahulah media kita membesar-besarkan kasus ini, apalagi kakak kelas queen yang bernama Nadia si ketua pensi yang tak jadi mendapat uang sumbangan.

Rachmat pun marah besar dan menuduh Queen telah menggelapkan uang Rp100 juta. Tapi Queen tidak menyerah begitu saja. Diam-diam Queen mendatangi kantor LSM Melati Putih untuk mencari tahu siapa Braga sebetulnya. Aksi Queen diketahui oleh Braga yang ternyata preman dan penipu ulung. Queen pun disekap dan dibawa ke daerah galangan kapal yang sepi untuk diamankan dengan versinya.

Lagi-lagi disinilah calon presiden diuji, menyelamatkan putrinya untuk rela tak jadi populer atau tetap menghadiri acara talk show debat kandidat calon presiden? Namun hati seorang ayah tetap mengikuti nalurinya, dan malah inilah yang membuat polling semakin naik, pak rahmat berhasil melenggang menjadi presiden.
Film ini arahan sutradara Fajar Nugros, salah satu murid dari sutradara kondang Hanung Bramantyo. Cerita film diadaptasi dari cerpen berjudul sama Queen Bee yang ditulis sang sutradara sendiri.

Tampaknya Quen bee ini mengambil time yang pas dengan acara hajatan negeri ini. Ada sebagian dialog-dialog yang terdengar terenyuh didalam hati nurani. Salah satunya kutipan dari pak rahmat “ Hilang itu pasti, tapi harapan jangan pernah mati “

Dan seperti biasa walau tak digarap oleh hanung namun sentuhan tangannya pada diri Fajar Nugros cukup ciamik, khas Hanung banget. Namun sayang acara perkelahiannya seperti tak sungguhan dan terkesan para pemainnya sungkan untuk memegang lawan. Tampak banget kalau perkelahiannya aja bohong-bohongan dan efeknya ga dapat banget, belum lagi satu hal yang sangat mengganggu dan ga nyambung banget bahkan terkesan dipaksakan yaitu adegan iklannya itu lho,……………..oh memang ada genre film iklan yah ?!!

VIRGIN 2 BUKAN FILM PORNO

  • Posted on June 4, 2009 at 2:42 pm
Jenis film    :  Drama
Produser    :  Chand Parwez Servia
Produksi     :  Starvision Plus-Indie Picture Productions
Pemain       : Joanna Alexandra, Christina Santika,  Ramon Y.  Tungka, dll
Sutradara   :  Nayato Fio Nuala
Penulis       : Ian Janpanay
Tempat      : Pejaten Village XXI

Mencoba mengulang sukses dari sekuel sebelumnya yang menjadi film laris di tahun 2005, Star Vision membuat Virgin 2 dengan title bukan film porno.

Film ini mengusung kisah nyata kehidupan yang tragis dari 4 cewek tokohnya. Mereka berusia antara 14-19 tahun, yang mejalani hidup yang bukan pilihannya. Kalau boleh memilih “mereka memilih untuk tidak dilahirkan…….”.

4293_86608647084_86605382084_2234922_7422020_sNadya( Joanna Alexandra), Mitha( Smitha Anjani) dan Raymond (Ramon Y Tungka) bersahabat sejak SMA. Tetapi sayang mereka bukan datang dari keluarga yang harmonis dan tak punya prinsip hidup yang kuat pula. Nadya diusir dari keluarganya karena ketahuan tengah hamil anak Raymond. Sedangkan Raymond masuk  penjara karena jadi bandar narkoba. Untung ada Mitha yang mampu menguatkan Nadya walau pada akhirnya Mitha pun juga terperosok dalam liang narkoba. Barang yang menawarkan kamuflase, menjeratnya habis-habisan, hingga penganiayaan yang berat membuat Mytha harus diamputasi tangannya.

4293_86608667084_86605382084_2234925_832963_sSisi lain dari cerita ini adalah tokoh Kenny (Neyna Lisa Barlett) yang bisu akibat berkali-kali mencoba bunuh diri dengan minum obat serangga karena broken home. Kenny bersahabat dengan Tina (christina santika) yang terusir dari rumah karena dituduh berselingkuh dan merayu pacar ibunya. Dunia sungguh murtad……..

Dalam keadaan terkatung-kantung Tina bertemu dengan Steffie (Wichita Satari) yang membagi kamar dengan Tina. Tapi sungguh naïf,, kebaikan selalu ada harganya. Tanpa sepengetahuan Tina, Steffie membiarkan Tina dip*r**** oleh Yama, sampai akhirnya dijadikan pelacur oleh Yama. Sampai pada kesempatan Tina dapat kabur dan secara tidak sengaja bertemu dengan Nadya.
4293_86608327084_86605382084_2234910_7438263_sRealita demi realita terus saja bergulir. Tina dan Nadya menyusuri ruang gelap malam dan segala pesonanya, yang pada akhirnya demi sebuah rasa kesetiakawanan Nadya yang tengah hamil muda dan Tina melacurkan diri menjadi ‘hidangan’ dalam sebuah pesta seks dari beberapa lelaki baya.

Tragis,,, sekembalinya ke apartemen Nadya mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan dia menemui ajalnya.

Sementara Tina,, secara tak sengaja bertemu kembali dengan Yama, yang pada akirnya Tina mampu menjawab kebencian dan amarahnya dengan membunuh Yama.

Dan Kenny yang pada akhirnya berhasil mengakhiri hidupnya dengan menabrakan diri pada sebuah mobil.

Film ini lumayan apik dari sisi design produksi yang menampilkan visual retro. Sehingga saat melangkah pada kehidupan remaja terkesan natural dan gaul. Gaya khas Nayato berhasil mengeksplorasi secara maksimal emosi pemainnya dalam sisi nayato sebagai sutradara maupun sebagai penata kamera.

Setiap scene cukup memanjakan mata, tetapi membuat kita menjadi merasa terharu dan dramatis sekali. Nayato banyak mengambil setting hujan dan basah yang sebagian besar banyak diambil di bandung dan bogor.

Namun sayang tagline bukan film porno sama sekali tak sesuai, karena didalamnya menggambarkan beberapa adegan-adegan vulgar…….

Dan 1 lagi yang sangat mengganggu adalah efek-efek suara yang mengagetkan dan terlalu berlebihan seperti menonton sebuah film horror, dan penempatannya gak nyambung pula dengan adegannya.

Terminator Salvation

  • Posted on June 2, 2009 at 5:17 pm
Genre        : Action
Produser : Derek Anderson, Victor Kubicek, Moritz Borman
Produksi  : Sony Pictures
Sutradara: Mcg
Penulis     : Michael Ferris, John Brancato, Paul Haggis
Pemain     : Christian Bale, Sam Worthington, etc
Tempat    : EX Plaza Indonesia

Sam_Worthington_in_Terminator_Salvation_Wallpaper_2_800Menonton film ini di EX dengan harapan sound effectnya lebih keluar dengan alasan filem action dengan latar peperangan di th 2018 bakal kaya full adegan tembak.  Jujur aja gak expect banyak dari filem ini karna sebenarnya tidak begitu fanatik dengan 3 filem terminator sebelumnya. Hanya bermodal curious saja, seperti apakah sosok n perjuangan john connor, yang di filem-filem sebelumnya diceritakan sebagai pemimpin pemberontakan yang luarrr biasaaaa,, (hehee,, maaf lebay). Filem dibuka dengan scene di penjara, yaitu Dr. Helena yang ‘memohon’ pada marcus terpidana hukuman mati (tahun 2003 ) untuk mau mendonorkan tubuhnya untuk keperluan riset berkedok kanker yang ternyata dimiliki oleh Cyberdine (organisasi Skynet).

Tokoh Marcus ini kemudian hidup kembali di th 2018 dalam kondisi bingung. Dan by accident bertemu dengan Kyle Reese (si bapaknya John Connor, yg berumur 15th an). Kyle Reese berhasil ditangkap dan dibawa ke Skynet. Melalui tokoh Williams, Marcus akhirnya bertemu dengan Connor. Connor dilanda kebimbangan di pihak manakah Marcus sebenarnya. Karena merasa tidak ada pilihan lain, Connor menerima tawaran Marcus untuk menyusupkan dia ke pusat operasi Skynet. Connor dan  Marcus bekerjasama berperang menghadapi robot-robot, termasuk seri terbaru(haiks, kayak hp aja)  terminator yang diperankan secara cameo oleh pak Arnold Schwazeneger.

Awalnya sempet bingung dengan jalan ceritanya,, klaw john connor sang pemimpin kenapa dia menerima perintah dari michael frigin ??

Meskipun banyak adegan laga yang dilakuin connor, mulai dari lompat dari helikopter, tarung dengan robot2, tapi rasa-rasanya masih kurang kuat unsur heroicnya,, dan jagoan di filem ini pantasnya ya si marcus itu.

Secara keseluruhan si filem ini tidak begitu istimewa,, dan visual effectnya less than my expectation. Tapi buat yang ngikutin 3 filem sebelumnya, bolehlah untuk melengkapi referensi legenda terminator, dan menjawab kebimbangan dari film-film terminator sebelumnya, karena film sebelumnya hanya berimajinasi tentang 2018, tapi kali ini kita benar-benar dibawa ketahun 2018, tapi mungkin lebih seru kalau terminator ini dibuat 3D……..