<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>,, and tHE sTORy gOeS ,,,</title>
	<atom:link href="http://www.tayuna.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tayuna.com</link>
	<description>just to share what&#039;s in heart and mind</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 06:13:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>TUHAN,, Aku Pun Menangis</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2010/03/tuhan-aku-pun-menangis/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2010/03/tuhan-aku-pun-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 06:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Semalam aku sendiri
Pada malam aku tertunduk
Lalu ku tersimpuh
TUHAN, AKU MENANGIS
Aku mengetuk pintuMu
AKU LELAH, AKU TAK BER RAGA
TUHAN,,
Aku mengetukmu sekali lagi, Dengan Lebih Keras
Bahkan Aku mengutukMU
KENAPA KAU CIPTAKAN HATI
Kenapa Kau hanya turunkan 1 kasihmu
Dan Kau simpan 99 sayangmu di surga
TUHAN, Bukakan pintu ini untukku
Aku menangis,,
Tak mampu berdiri hanya sekedar mengulang ketukan
Aku menangis, Aku putus asa
Saat nafasku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800080;">Semalam aku sendiri<br />
Pada malam aku tertunduk<br />
Lalu ku tersimpuh</span></p>
<p><span style="color: #800080;">TUHAN, AKU MENANGIS<br />
Aku mengetuk pintuMu<br />
AKU LELAH, AKU TAK BER RAGA</span></p>
<p><span style="color: #800080;">TUHAN,,<br />
Aku mengetukmu sekali lagi, Dengan Lebih Keras<br />
Bahkan Aku mengutukMU<br />
KENAPA KAU CIPTAKAN HATI<br />
Kenapa Kau hanya turunkan 1 kasihmu<br />
Dan Kau simpan 99 sayangmu di surga</span></p>
<p><span style="color: #800080;"><span id="more-534"></span>TUHAN, Bukakan pintu ini untukku</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Aku menangis,,<br />
Tak mampu berdiri hanya sekedar mengulang ketukan</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Aku menangis, Aku putus asa<br />
Saat nafasku hampir saja lenyapkanku</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Kau sentuh pundakku<br />
Kau raba hatiku kembali</span></p>
<p><span style="color: #800080;">TUHAN AKU MERINDUMU<br />
Aku ingin memelukmu erat<br />
Aku tak ingin lepas<br />
TUHAN, aku mengerucut di arsy Mu<br />
KataMu aku harus kuat<br />
KARNA AKU YANG TERPILIH untuk jalani kedekatan kita<br />
</span></p>
<p><span style="color: #800080;">TUHAN,,,<br />
AKU PUN MENANGIS</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2010/03/tuhan-aku-pun-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kosong</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2010/03/kosong/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2010/03/kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 03:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=531</guid>
		<description><![CDATA[Cuma karena hati harus terisi dan rasa haruslah cinta
Maka kerapkali manusia berlari dan mencari entah apa
Cuma karena sepi diartikan mati
Dan luka tak boleh ada
Maka manusia berpikir telah menemukan entah apa
Padahal aku lelah
Dan aku telah sampai dimana aku menoleh dan menyadari
Aku tak pernah menemukan apa-apa
Dan bahwa  seumur hidupku aku hanya berpura-pura bahagia
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800080;">Cuma karena hati harus terisi dan rasa haruslah cinta</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Maka kerapkali manusia berlari dan mencari entah apa</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Cuma karena sepi diartikan mati</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Dan luka tak boleh ada</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Maka manusia berpikir telah menemukan entah apa</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Padahal aku lelah</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Dan aku telah sampai dimana aku menoleh dan menyadari</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Aku tak pernah menemukan apa-apa</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Dan bahwa  seumur hidupku aku hanya berpura-pura bahagia</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2010/03/kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>I Love You</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2010/03/i-love-you/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2010/03/i-love-you/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 03:09:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Poetry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Kamu Liat Ada Bening Di Mataku
Ada Jiwa Di Lukaku
Aku Hanya Sesaat Bagimu
Hingga Kadang Sayangku Membuatku Takut
Terima Kasih Atas Semuanya
Karnamu Langitku Biru
Karnamu Saat Senja Hadir Selalu Kutemukan Pelangi
dan Membuat Hariku Penuh Bahagia Seakan Esok Tak Pernah Berakhir
Hitam Putih Yang Pernah Kulewati
Saat Buatku Marah dan Terdiam
Tak Membuat Rasa Sayangku Pudar
Dan Saat Kau Mampu Gantikan Semua Hati Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #800080;">Kamu Liat Ada Bening Di Mataku<br />
Ada Jiwa Di Lukaku<br />
Aku Hanya Sesaat Bagimu<br />
Hingga Kadang Sayangku Membuatku Takut</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Terima Kasih Atas Semuanya<br />
Karnamu Langitku Biru<br />
Karnamu Saat Senja Hadir Selalu Kutemukan Pelangi<br />
dan Membuat Hariku Penuh Bahagia Seakan Esok Tak Pernah Berakhir</span></p>
<p><span style="color: #800080;"><span id="more-527"></span>Hitam Putih Yang Pernah Kulewati<br />
Saat Buatku Marah dan Terdiam<br />
Tak Membuat Rasa Sayangku Pudar</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Dan Saat Kau Mampu Gantikan Semua Hati Yang Pernah Ada Di Hatiku<br />
Aku Sadar Rasa Sayang itu Sangat<br />
Tapi Ku Tak Boleh Memelukmu Erat<br />
Karna Aku Tak Kan Pernah Bisa Menggantikan Dia Yang Terlalu Ada Di Hatimu</span></p>
<p><span style="color: #800080;">Terima Kasih<br />
Hadirmu Adalah Salju Di Kesejukan Pagiku</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2010/03/i-love-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dan Aku Mencintaimu</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2010/03/518/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2010/03/518/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[There&#8217;s a lot of things I understand
And there&#8217;s a lot of things That I dont want to know
But you are the only face I recognize
 its so damn sweet of you
To look me in the eyes
Its all right I&#8217;m ok I think God can explain
I believe I&#8217;m the same I get carried away
Its alright I&#8217;m [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;">There&#8217;s a lot of things I understand<br />
And there&#8217;s a lot of things That I dont want to know<br />
But you are the only face I recognize</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;"> its so damn sweet of you<br />
To look me in the eyes<br />
Its all right I&#8217;m ok I think God can explain<br />
I believe I&#8217;m the same I get carried away<br />
Its alright I&#8217;m ok I think God can explain<br />
I&#8217;m relieved I&#8217;m relaxed I&#8217;ll get over it yet<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;">The scent of vaseline In the summertime<br />
The feel of an ice cube, melting over time<br />
The world seems bigger than both of us<br />
Yet it seems so small, when I begin to cry<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;"> I&#8217;m so much better than you guessed<br />
I&#8217;m so much bigger than you guessed<br />
I&#8217;m so much brighter than you guessed</span>
</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin diantara kita ada banyak serpihan yang tak tersadari, hingga rasa percaya itu timbul dan kupertanyakan, lalu kau sebutkan percayalah padaku, dan akupun percaya dengan sepenuh hati, namun ntah knapa hatiku melongok keluar hanya ingin melihat keluar dan mempertanyakanmu kembali. Mungkin kataku salah, mungkin caraku brutal, mungkin kataku kasar, tapi karena aku menyayangimu dengan hidupku.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Tapi aku tetap disini dengan luka hatiku yang sedikitpun tak pernah kau sentuh, karena yang kau tahu, hanya kau yang terluka, dan tak ada sayang itu untukku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2010/03/518/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KAPAN MENIKAH?</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2010/03/kapan-menikah/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2010/03/kapan-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 03:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=515</guid>
		<description><![CDATA[Mmm. &#8230;itu sebuah pertanyaan membosankan saat ini bagiku. Saya sendiri mencoba berpikir mengapa ya setiap bertemu teman atau keluarga apalagi di acara-acara seperti pernikahan dua kata tersebut yang selalu saya dengar. Apa tidak ada pertanyaan yang kreatif selain “itu”?
Mungkin dalam pikiran mereka itu, di usia yang menginjak 30 tahun, umumnya atau rata-rata laki-laki seusiaku sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Mmm. &#8230;itu sebuah pertanyaan membosankan saat ini bagiku. Saya sendiri mencoba berpikir mengapa ya setiap bertemu teman atau keluarga apalagi di acara-acara seperti pernikahan dua kata tersebut yang selalu saya dengar. Apa tidak ada pertanyaan yang kreatif selain “itu”?</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin dalam pikiran mereka itu, di usia yang menginjak 30 tahun, umumnya atau rata-rata laki-laki seusiaku sudah pada menikah dan berkeluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Lihat, teman-teman Sekolah ku (SMP dan SMA) saat ini memang hampir sebagian sudah menikah dan di anugerahi  balita yang lucu itu. Teman kuliah ku hampir setiap bulan memposting di milis undangan pernikahan mereka. Senang juga melihat beraneka ragam model undangan dan kreatif-kreatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Kini hampir setiap bulan ada undangan pernikahan dirumah ku. Entah itu dari keluargaku, teman sekolah, ataupun mantan “kekasih-kekasih”ku  (hehehe).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-515"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Membicarakan kata kapan menikah terpenting adalah makna pernikahan itu sendiri. Apakah yang melatarbelakangi sebuah pernikahan? Apa harus didasari oleh perasaan cinta ? Ataukah sesuatu yang mengalir begitu saja takala diri kita telah merasa siap lahir batin tanpa perlu mengenal lebih jauh pasangan kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana ihwal kita merasa sudah siap dengan kekasih kita untuk membina rumah tangga? Apakah dimulai dengan penjajakan kemudian pacaran? Setelah itu kemudian &#8220;merasa cocok&#8221; lalu memutuskan untuk menikah. Bagaimana pula timbulnya perasaan cinta? Cinta yang indah dan menyakitkan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini ada banyak kasus-kasus pernikahan yang saya amati. Teman yang sekaligus mantan guru SMP dulu, sebagai contoh dia hanya butuh dua minggu setelah dikenalkan oleh orang tuanya akhirnya memutuskan untuk menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bertanya dan dia menjelaskan, “Orangtua pasti sudah tahu apa yang tepat bagi anaknya, jadi saya yakin itulah yang terbaik. Terpenting itu dek,..niat kita. Menikah adalah ibadah&#8221;, ucapnya dengan lembut. Dia pun menyebutkan hadis Rasulullah SAW, yang intinya tidak sempurna iman seseorang bila belum menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menikahi seseorang tanpa ada perasaan yang dalam (cinta) dan mengetahui pribadinya terlebih dahulu apa cocok denga kita atau tidak? Batin ku mempertanyakan mengenai memilih pasangan hidup Apakah selamanya mengandalkan niat baik itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah dengan adanya niat baik itu ada jaminan bahwa pernikahan kita bakal bahagia?  Kembali ter-ngiang, bahwa segala niat baik itu akan selalu dilindungi Tuhan, akhirnya pertanyaan dalam kepalaku itupun saya akhiri, karena sudah the-end kalau menyangkut kembali ke Dia..</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah setelah menikah perasaan itu akan tumbuh dengan sendirinya? Bagaimana kalo tidak sama sekali?  Terus, atas dasar apa keluarga atau orang tua, memiliki pertimbangan gadis ini cocok dengan kita?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menganggap pernikahan adalah soal memilih pasangan hidup yang kita rasa “baik” menurut kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dapat dibayangkan bagaimana kita akan menjalani hari-hari ini berdua bersama pasangan kita itu (istri). Mulai sebelum tidur kita berada disampingnya, kemudian bagun tidur, beraktifitas di kantor, pulang kerumah maka tiada hari tanpa pasangan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah tidak membosankan&#8230;??? (ah mungkin tidak bila orang itu adalah orang yang kita cintai).</p>
<p style="text-align: justify;">Dari diskusi ditempat minum Sara’ba di sungai Cerekang temanku yang sudah 6 tahun pacaran sejak lulus SMA, kemudian mereka menikah,  menjelaskan bahwa semua perasaan yang mengebu-gebu (chemistry-istilah cangihnya) sewaktu pacaran itu seperti: perasaan cinta, perasaan sayang, perasaan sehidup semati sewaktu pacaran akan “hilang” setelah menikah.</p>
<p style="text-align: justify;">Semuanya berganti dengan tema seperti; hari ini bagaimana mendapatkan penghasilan, bagaimana membiaya kebutuhan keluarga, mesti bayar cicilan kartu kredit, beli pulsa, membiaya si kecil, urusan dengan keluarga mertua, dan bla..bla..bla lagi sampai dia bilang enak dengan status men-jomblo. Lohh!</p>
<p style="text-align: justify;">Liat infotainment, kasus-kasus perselingkuhan, kawin cerai, gugat meng-gugat antara mantan suami-istri terjadi disekililing kita. Dari pernyataan mereka banyak mengaku bahwa sudah tidak ada perasaan cocok lagi, atau istilahnya &#8220;Ilfil&#8221; (Ilang feeling).</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu kemanakah Cinta itu, yang takala sewaktu pacaran dan diawal-awal pernikahan layaknya pasangan sejati. Tapi berselang beberapa tahun tiba-tiba berubah menjadi pertikaian.</p>
<p style="text-align: justify;">Tengok pernyataan Si ME seorang penyanyi dangdut kenamaan, yang kasus merebak setelah video mesumnya bersama seorang wakil rakyat YZ, menyatakan hubungan itu didasari oleh perasaan cinta. Sehingga pasti bisa dibayangkan betapa retaknya mahligai rumah tangga YZ tersebut karena kehadiran ME yang mengatas namakan “cinta”.</p>
<p style="text-align: justify;">Cinta memang dapat membangun sebuah rumah tangga yang harmonis tapi juga bisa menghancurkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berpikir sebenarnya, antara cinta dan pernikahan itu adalah sesuatu yang berdiri sendiri. Banyak orang yang berpendapat bahwa pernikahaan adalah lembaga cinta dua insan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berpikir pernikahan adalah suatu objek yang memiliki konsepsi sendiri. Memiliki aturan-aturannya sendiri, terlepas adanya cinta didalamnya. Kita tahukan budaya timur, sangat menjunjung tinggi keutuhan sebuah pernikahan. Kehormatan dari sang suami, juga kehormatan dari sang istri dari yang dinamai oleh masyarakat suatu “kebaikan”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan cinta kita tahu, sifat cinta sangat tidak terikat dengan aturan-aturan yang ada.<br />
Dan pendapatku pernikahan tidak selamanya didasari oleh cinta.
</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi menurutku, pernikahan adalah sebuah perjalan baru bagi kehidupan kita, yang dilakukan oleh orang dewasa dengan kesadaran masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Alangkah bahagianya (barangkali) kalau kita menikah berdasarkan perasaan cinta. Dan walaupun kita sadar, begitu sudah memasuki wilayah pernikahan, kita juga harus menanggalkan segala pengalaman (experience) bercinta kita menggantinya dengan aturan-aturan baru yang namanya lembaga pernikahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu aturan baru itu adalah sebuah pengalaman baru lagi yang sebaiknya didasari oleh cinta, dan juga kaidah-kaidah yang kita yakini dalam agama kita masing-masing. Kaidah-kaidah yang menjadi keyakinan hidup masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini barangkali tidak banyak orang sadari.  Sehingga mereka yang sudah mengikat dirinya dengan suatu lembaga pernikahan, masih saja tidak bosan-bosannya mencari yang namanya pengalaman bercinta itu!.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa dulunya tidak pernah pacaran? Atau dulu nya cepat menikah? Bener gak? Ah. Tidak tahu saya sendiri belum pernah menikah.! Wallahu wa’alam. Dan bila ditanya kembali kapan menikah? Jawabannya, “Belum ketemu jodoh !”</p>
<p style="text-align: justify;">Anda tahu kan bahwa jodoh itu urusan Tuhan, jadi sudah sulit untuk dijelaskan lebih lanjut lagi”.  Ya tanyakan sendiri pada Tuhan. Atau setidaknya doaikan saya sajalah.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #800080;"><em>from kompasiana</em></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2010/03/kapan-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>POLIGAMI berarti ada sebuah hati yang tersakiti, meskipun dia berucap kuat mampu berbagi</title>
		<link>http://www.tayuna.com/2010/03/poligami-berarti-ada-sebuah-hati-yang-tersakiti-meskipun-dia-berucap-kuat-mampu-berbagi/</link>
		<comments>http://www.tayuna.com/2010/03/poligami-berarti-ada-sebuah-hati-yang-tersakiti-meskipun-dia-berucap-kuat-mampu-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 02:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[rupa-rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tayuna.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[“sudahlah mas, aku rela kok misal sampean poligami” sebuah kalimat yang mungkin tidak pernah terpikir olehku bakal keluar dari bibir mungil lisa, istriku.
“ apaan sih dik, ga usah bercanda gitu” aku jawab sekenanya sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan cairan sperma sisa menunaikan kewajiban biologis seorang suami.
“ aku tak pernah bercanda mas, aku ikhlas lillahi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">“sudahlah mas, aku rela kok misal sampean poligami” sebuah kalimat yang mungkin tidak pernah terpikir olehku bakal keluar dari bibir mungil lisa, istriku.<br />
“ apaan sih dik, ga usah bercanda gitu” aku jawab sekenanya sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan cairan sperma sisa menunaikan kewajiban biologis seorang suami.<br />
“ aku tak pernah bercanda mas, aku ikhlas lillahi ta ala……” samar-samar kudengar lisa berusaha meyakinkan aku dan mungkin juga dirinya. &#8220;Dalam ajaran agama kita juga diperbolehkan kalau laki-laki pingin menikah lebih dari satu”<br />
“tapi aku gak mau poligami dik, bolehkan? Satu istri aja belum habis hehehhehe…….” Selorohku sambil memberikan kecupan dikeningnya.<br />
“ mas aku serius, aku beneran ikhlas, aku ridho’ lagian jalan poligami itu sah bagi kita dan agama yang kita anut.”<br />
“iya aku tahu islam membolehkan seorang suami beristrikan lebih dari satu, aku tahu. Tapi itukan pilihan bagi mereka yang mampu dik, gak gampang untuk hidup poligami itu.’<br />
“ aku yakin kok mas mampu, aku yakin.”<br />
“ kok kamu bisa segitu yakinnya aku mampu berpoligami?”<br />
&#8220;Ya karena aku telah mengenal mas luar dalam”<br />
&#8220;Sebrapa dalam kamu mengenal aku?”<br />
“ ya pokoknya aku yakin kalo mas berlaku adil kalo ntar punya istri lagi”
</p>
<p style="text-align: justify;">Sejenak aku pandangi wajah istriku yang masih cantik meski sudah menginjak usia 35 tahunan. Gurat-gurat tipis dimatanya membuatnya kelihatan semakin sempurna sebagai wanita. Hidungnya yang mungkin tidak semancung hidung dian sastro, namun itulah salah satu keunikan yang dia punya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-511"></span>“ aku tidak mau menyakiti perasaanmu dengan membagi cintaku kepada wanita lain. aku tidak mau,, tidak mampu mendengarkan suara tangisanmu ketika aku bersanding dengan wanita lain, meski tangismu tidak mampu keluar dari bibirmu dan hanya bergema dalam hatimu. Aku tidak mau engkau hanya memiliki separuh dari hatiku, karena aku ingin engkau memiliki hatiku seutuhnya tanpa pernah terbagi untuk wanita lain, karena engkaulah cinta sepenuhnya cinta. Yah walau dulu kita hanya dijodohkan, tapi malam malam yang telah kita lewati membuatku makin mencintaimu, tanpa alasau kau istri perjodohan.’</p>
<p style="text-align: justify;">Aku usap butir air mata yang mulai menetes dari kelopak matanya yang bening, aku sungguh selalu tidak bisa melihat mata itu meneteskan kepiluan jiwanya.</p>
<p style="text-align: justify;">“seorang nabi Muhammad SAW menikahi beberapa wanita bahkan lbh dari 4, dan aku hanya meminta engkau menikahi satu lagi wanita selain aku.” Lisa kembali beragumen tentang poligami padaku sambil menahan tangisnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“ aku bukan nabi Muhammad SAW, lisa. aku hanyalah joko prayogo seorang ustadz kampung yang hanya bisa ngajarin anak2 kampung belajar membaca al quran, bukan nabi.”</p>
<p style="text-align: justify;">“tapi kan banyak juga kyai-kyai atau ustadz yang menikahi wanita lebih dari satu, meski hanya dinikahin secara siri bahkan mungkin ada juga yang tanpa sepengetahuan istri pertamanya. mas ini sekarang aku beri ijin dan restu untuk mencari wanita lain selain aku sebagai istri mas……”</p>
<p style="text-align: justify;">“mungkin kyai kyai dan ustaadz-ustadz itu sudah merasa mampu untuk berlaku adil seperti layaknya seorang nabi Muhammad, liz. Tapi aku tidak. mas mu ini juga tidak habis pikir dengan tindakan mereka yang mengaku kyai, ustadz, da’i atau apalah namanya yang dengan seenak udelnya menikahi wanita lain padahal istrinya sudah lebih dari satu. mending kalau mereka menikahi janda-janda tua usia 50 tahun atau 60 tahunan seperti yang dilakukan nabi Muhammad, lah ini malah memilih yang lebih cantik, cerdas, ujung-ujungnya menceraikan istri istri mereka, ntah istri tua ataupun istri mudanya sekalipun.</p>
<p style="text-align: justify;">“ aku yakin engkau tidak seperti mereka mas joko, aku yakin engkau mampu berbuat lebih adil daripada mereka, aku yakin kamu bisa adil kepadaku dan kepada calon maduku kelak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Entah apa yang ada dalam pikirannya, sehingga dia begitu ikhlas untuk memberikan restu dan ijin bagiku untuk mencari seorang istri dan madu baginya.</p>
<p style="text-align: justify;">“ tak seorang wanitapun yang rela dan ikhlas berbagi tempat dengan wanita lain. tak ada seorang wanitapun yang rela membiarkan suaminya untuk mencari wanita lain. tapi ada apa denganmu? Kenapa? Apakah karena kita belum memiliki keturunan?</p>
<p style="text-align: justify;">Kembali lisa tidak mampu menahan isak tangisnya, dan kembali air mata itu menetes membasahi jiwa yang kering. aku tatap kedua matanya dengan penuh cinta dan kasih saying yang tidak pernah berujung. Lisa semakin larut dalam kepiluan yang mungkin sudah terlalu lama tersimpan dalam hati sucinya.</p>
<p style="text-align: justify;">“ aku ikhlas kalau memang kita tidak bisa memperoleh keturunan dari mu lisa, aku ikhlas itu semua kehendakNYA, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Toh kita masih bisa mengadopsi anak. kubelai rambut panjangnya, kepalanya rebah didadaku dan kubiarkan dia melepaskan segala kepiluan jiwanya dalam tangis yang sungguh mencabik perasaanku sebagai suami.</p>
<p style="text-align: justify;">“izinkan aku menjadi istri yang berbakti padamu dengan memberi kesempatan bagimu suamiku untuk memiliki keturunan yang tidak bisa aku berikan dari seorang yang halal bagimu”</p>
<p style="text-align: justify;">“ohhh lisa betapa berat permintaanmu…”“ izinkan aku menjadi istri yang berbakti padamu dengan memberi kesempatan bagimu suamiku untuk memiliki keturunan yang tidak bisa aku berikan dari seorang yang halal bagimu”</p>
<p style="text-align: justify;">“ohhh lisa betapa berat permintaanmu…”perihku dalam hati.<br />
Kamu tahu lisa, membagi hati yang sudah termiliki itu bukan perkara yang mudah untuk ditrima oleh kemanusiaan, Poligami berarti ada sebuah hati perempuan yang tersakiti…….meskipun ia berucap kua.
</p>
<p style="text-align: justify;">Baru saja kemarin aku mendengarkan seorang sahabatku yang telah menikah, dan seperti biasa pernikahan kami secara islam, ta’aruf, tanpa pacaran. kalau orang bilang karena dijodohkan, aku tak melihat kebahagiaan dan penyesalan diwajahnya saat dia menikah, karena mereka telah dikaruniai 2 orang anak yang lucu-lucu juga. suatu saat dia bercerita padaku ingin menikah lagi karena dia telah menemukan cinta sejatinya, karena pernikahannya selama ini hanya dijodohkan. Lalu selama ini apa yang dia perbuat bersama istrinya samapi kedua anak mereka lahir? Dia ingin berpoligami…….aku berpikir ah sanggupkah dia adil? Yang kurasa dia takkan pernah cukup merasakan kepuasan satu wanita lain lagi……, apakah dia tak pernah berpikir perasaan istrinya yg menunggunya siang malam di rumah? Apakah dia tak memikirkan kehidupan anak-anaknya kelak? Seandainya dia mengerti islam secara kaffah, tentu tak ada wanita yang tersakiti, tentu tak ada hati yang terluka dan teraniaya dengan ketidakadilan………</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><em><span style="color: #800080;">diambil dari kisah nyata, blog seorang teman bernama joko. thx mas atas ceritanya</span></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tayuna.com/2010/03/poligami-berarti-ada-sebuah-hati-yang-tersakiti-meskipun-dia-berucap-kuat-mampu-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
