You are currently browsing the Poetry category

Note Alarm 17062010

  • Posted on August 3, 2010 at 11:50 am

Hujan di Bulan Juni
Kau Tahu?
Harusnya ini Kemarau yang Mendesau
Tapi Alam pun Ingin Merasakan Sejukmu

Pias Wajahmu dalam Rintik Hujan di Bulan Juni
Tetap Berkecipak Irama
Menyambutmu sebagai Anugerah

Hadirmu adalah Bintang
Yang menjadikannya sebuah Tuju
Senyummu adalah Salju di Padang Gurun
Hujan di Bulan Juni pun Tertunduk
Menyambut Sentuh Lembutmu
Wajahmu,,
Senyummu,,
Katamu,,
Nafasmu,,
Membentuk Rintik Embun yang Basahi Pagi di Bulan Juni
Semua Bernyanyi Ucapkan Selamat Ulang Tahun

Kau Anugerah Terindah
Semoga Semua Harimu Indah

USANG

  • Posted on July 27, 2010 at 9:55 am

kau yang tak lagi berbinar saat memandangku

kau yang telah redupkan sayang dan cintamu untukku

yang kutau tak lagi ada getar dinadimu, saat ku ada disisimu

saat lama kita tak berjumpa, tak ada rasa gelisah itu dimatamu

sekian lalu

dan kau yang bisa alihkan cintamu dalam sebuah nyaman

yang mudah kau dapat

dan aku yang telah merancang ratusan rumah

dan aku yang telah merancang ribuan

dan aku tak mampu untuk selesaikannya

karna rumah itu telah basah dan hanyut saat hujan menerpa

karna ribuan itu tak lagi sanggup ku tetapkan, dan aku tersesat dalam labirin

yang kucipta,

yang kubangun saat aku terpikir tanpamu

dan kau yang membuat hidupku lumpuh dalam gerimis yang dingin

gigil aku sendiri memeluk angin yang buatkan kakiku tak mampu melangkah

kau yang tak lagi kutemukan cinta dibinarmu

dan ku yang telah merancang ribuan hari tanpamu

dan kuterdiam, tak sanggup

dan kau akan mudah temui kenyamanan itu lagi, ntah kapan

dan aku terdiam dalam luka

dan yang kutahu kaupun terluka

tapi kau tetap bisa melangkah

dan kutetap mencoba merancang tanpamu…………..

Kau Tak Biasa

  • Posted on May 4, 2010 at 4:36 pm

Kau tak biasa
Hadir dalam sebuah hari yang aneh
Katamu dan kataku juga
Ditempat antara langit kita bertemu
Kau tak biasa, dan membuatku menjadi luar biasa
Merasakan senyummu yang sungguh meruntuhkan nadiku

Kau tak biasa
Dengan segala hidupmu yang membuatku tertegun & mengagumimu
Hingga belasan kata sempat tak mampu ku buat
Kau tak biasa
Membuatku jadi sesuatu yang sangat berdetak

Hariku menjadi sangat menakjubkan
Setelah pertemuan di hari yang sangat membuatku tertegun

KAU TAK BIASA

Sky Dinning Plaza Semanggi, 28 April 2010


I WILL BE HERE

  • Posted on April 23, 2010 at 9:51 am

I will be here
When you feel like being quiet
When you need to speak your mind
I will listen
And I will be here
When the laughter turns to crying
Through the winning, losing and trying
We’ll be together
‘Cause I will be here

Tomorrow morning if you wake up
And the future is unclear
I’ll be here

Just as sure as seasons are made for change Our lifetimes are made for years So I will be here

I will be here
You can cry on my shoulder
When the mirror tells us we’re older
I will hold you
And I will be here
To watch you grow in beauty
And tell you all the things you are to me I will be here

I will be true to the promise I have made To you and to the one who gave you to me I will be here

And just as sure as seasons are made for change Our lifetimes are made for years ‘Cause I will be here We’ll be together forever ‘Cause I will be here I will be here

SEPERTI BIASA

  • Posted on April 21, 2010 at 3:39 pm

jika esok kau menemukan aku mati
tetaplah tersenyum
anggap saja aku berpura pura
seperti biasa

lalu kaupun tersenyum
dan akupun tersenyum
tak perlu kau menangis
tak perlu kau berkata

seperti biasa
aku hanya akan menjelaskan padamu
dengan sederhana
tak rumit
tak butuh kau hitung kelembapan
atau intensitas terik matahari

cukup kau jumlahkan dengan jarimu
dan kau akan mengerti
tentang sebuah rindu dan cinta yang sederhana
tak perlu kau berkerut
hanya kata-kata biasa yang sederhana
ku gabung membentuk sebuah kata

jika aku mati dalam pagi
anggap saja pura-pura
kau tersenyum
dan aku tetap tersenyum
walau tak mampu kupandangi
senyum yang sudah kuhafal

seperti biasa

Kau Yang Bernama Jingga

  • Posted on April 20, 2010 at 2:13 pm

Kau yang bernama jingga
Yang menggelantung menggantikan matahari bersama malam

Kau yang bernama jingga
Yang menderu dalam tasbih panjang
Saat kaki-kaki suci melangkah tuk berdoa
Saat para hawa berkidung
Kau menatap mesra pada sudut yang bernama kalbu
Sentuhanmu mampu redam getar yang asrub

Kau yang bernama jingga
Berseteru dengan nadi yang jadikanmu tapak
Terurai dalam kristal-kristal yg tetap bernama ufuk

Kau yang bernama jingga
Hadirmu adalah ujung dalam sendu
Tempat gantungkan harap dan bahagia

Kau yang bernama jingga
Tetaplah berdiri tegar
walau pucuk cemara terombang ambing topan

Kau yang bernama jingga
Yang menderu dalam tasbih panjang

Dan kau yang bernama jingga
Tersenyumlah dalam rumah cahaya penuh bahagia