Rectoverso : Curhat Buat Sahabat

  • Posted on March 4, 2010 at 11:17 am

‘…Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam.’

Sahabatku, usai tawa ini
Izinkan aku bercerita:

Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana

Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini…

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : ‘Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku…’
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan

Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi…

Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji…

Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : ‘Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…’

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Seorang wanita yang sedang bercerita kepada sahabatnya tentang keputusannya berkata cukup untuk kisah cinta yang ia jalani selama lima tahun terakhir. Cinta yang ia harapkan akan menjadi cerita cinta seindah dongeng-dongeng sebelum tidur “cinderlella, putri tidur” yang berakhir dengan happy ending.
Cerita yang kerap berganti selama lima tahun terakhir, kadang bahagia, kadang nelangsa, kadang biasa-biasa saja.
Tapi wanita ini baru menyadari waktu ia sakit, suatu malam dia merasa terlalu lemas untuk bangun, padahal ia hanya ingin mengambil minum. tidak ada siapa-siapa yang bisa ia mintai tolong.

“Malam itu rasanya aku sampai ke titik terendah. Aku capek. Dan kamu tahu?Aku tidak butuh dia. Yang kubutuhkan adalah orang yang menyayangi aku…dan segelas air putih”

Wanita itu tidak sadar pada malam saat ia sakit ia menelpon sahabatnya untuk datang, hujan deras dan angin kencang tidak menghalangi sahabatnya untuk datang. Dia memberinya obat, air putih hangat dan menungguinya sampai wanita itu tidur.
Dia melakukannya karena sebenarnya dia menyimpan perasaan cinta kepada wanita itu, tapi dia hanya memendam perasaanya karna dia tahu wanita itu hanya menganggap dia sebagai sahabat.
Dia bahagia bila wanita yang ia sayangi ini akan bahagia meskipun itu bukan bersamanya.
“Sebotol mahal anggur putih ada di depan matamu, tapi kamu tak pernah tahu. kamu terus menanti.. segelas air putih”
Kadang kita tidak menyadari cinta yang ada disekitar kita, malahan kita sibuk mencari cinta di luar sana. lihatlah sekeliling kita dan perhatikan.. siapa tahu cinta sejati yang kita cari selama ini ternyata ada di dekat kita. biasanya saat kita menyadarinya kita sudah terlambat, jadi perhatikanlah orang-orang yang selama ini ada di samping kita, orang yang ada pada saat kita butuhkan, orang yang bisa memberikan segelas air putih pada saat kita sakit.

1 Comment on Rectoverso : Curhat Buat Sahabat

  1. hanata

    saat gelas air putih itu tak ada lagi dihadapmu, saat kau menginginkan dia datang hanya saat kau terluka dan menangis untuk menghapus lukamu, dan kau tak pernah bertanya apa yang ada didalam hatinya, apa dia pernah terluka?, dia sudah tak ada lagi dihadapmu, karena engkau terlalu sibuk dengan botol anggur mahal dihadapmu, terus memeganginya, hingga kau tak sadar dia sangat memabukkanmu hanya dalam sehari dengan khayalan surgawi yang dijanjikan dan derita yang tak pernah kau mengerti saat meminumnya, dan segelas air putih itu telah jatuh terkeping dihadapmu, dan kau temukan hanya lantaimu yang basah dan genggaman hangatnya yang masih kau rasakan tersisa namun dia tak ada lagi dihadapmu………..

    Sementara itu
    dia terdiam. menggigil dalam sudut paku……..sakit, saat hujan deras dia tempuh hanya demi dering telp darimu…. tak peduli hujan badai,yang dia kejar, yang dia tahu dan peduli, hanya ada seseorang yang membutuhkannya, yang membutuhkan segelas air putih yang mencandu dan menyehatkan dan sebuah obat digenggaman, untuk menghantikan mabuk anggur putihmu……dia menggigil……dan ntah kemana dia pergi

Leave a Reply

Add Your Comment