You are currently browsing the archives for 25 March 2010

  • Posted on March 25, 2010 at 12:33 am

PAGI dalam sentuhan gerimis

Saat hembusan nafas mulai sembab dikaca jendela

Apakah kau pikir aku mampu menghitung gerimis ?

Jika aku harus terdiam

Dalam sentuhan katamu yang tak kau pikirkan

Dan kembali aku hanya bisa terdiam mendengarkan katamu memuja

Tapi masih saja kau lingkarkan peluh dalam tanganku

Katakan padaku bagaimana kau melukis pelangi

Dan kau guratkan bahagia

Yang kau sebut sebagai tirai langit

Sebelum kilat pertama menyambar

Aku bangga pada bumi tempat kau jejakkan kakimu

Tanpa keluh

Dan tabah menunggu setiap langkah

Tak ingin kudekap lagi ruang sembab

Yang begitu akrab ini, untuk mengurai wajahmu

Yang selalu kupandangi lekat dalam doa

Yang kukira mendung

Saat langit menulis sajak

Kau pikir itu hujan?

Katamu ada yang telah tertakdirkan

Dan tak mampu kuusung

Dalam sebuah mangu

sekedar menikmati wajahmu dalam

karena aku bukan siapa-siapa dalam diammu

saat kutanyakan jejak yang kau langkahkan demi jam

dan aku mulai menghitung mundur detik demi detik

kapankah harus menyusuri ruang ini

dalam sendiri

Ah jika langit kemarau

Biarlah kunikmati debu demi debu

Hingga pintu langit terbuka

Dan kubersandar pada dinding-dinding yang basah

Kubersandar dalam lelah

pasti

ruang kosong

  • Posted on March 25, 2010 at 12:29 am

Aku merasa ada yang hilang

Tanpa tahu apa yang sudah kutemukan

Aku merasa menemukan

Tanpa tahu apa yang aku cari

Dan aku seperti mengerti

Tanpa tahu apa yang sudah hilang

Tiap manusia memiliki ruang kosong dihatinya,

ketika seseorang datang

kita berpikir bahwa dia mengisi ruang kosong itu

sebenarnya dia hanya berdiri didepan pintu

dan menyamarkan ruang kosong tersebut,

ruang kosong itu tetap ada

takkan pernah benar2 terisi.

Sesuatu yang kita pikir adalah milik kita

Ternyata bukan benar-benar milik kita

Kita memiliki hatinya,tubuhnya,dan cintanya

Tapi kita tidak akan pernah bisa memiliki jalan hidupnya

Kita jangan pernah takut akan kehilangan

Tapi

Kita harus punya sesuatu untuk kehilanagn

Karena tak semua hal akan menghampiri

Yang tercatat dalam nayata film dan 6.30

  • Posted on March 25, 2010 at 12:25 am

lagi mengeja
seperti kau yang cepat membaca
ku tak hafal harokat dan abjad
dan kau telah berlari

katamu ada cinta dalam sebuah katanya
dan aku menemukannya
kau baru mengeja?
ah kau terlalu dungu
tak mampu belajar dalam kilat

kemarilah
kenapa tak kau pergi saja
kejauh tempat yang ku takpeduli
aku mengajarimu mengeja, bukan menambah dungumu
bila kau tak mengerti pula, pergi saja
kau beban untuk maju dalam sederajat