Pada malam cahaya
aku tertunduk dalam ribuan debu
yang memucat pada jelaga nala
aku terjemur dalam ribuan rupa
aku tertunduk dalam nuansa bumi
dulu aku mengenal langit yang biru
hingga pagiku bercahaya
serupa malaikat
lalu kuhirup embun bertabur asma
dulu juga kumenjemur bintang
dalam puluhan madami yang senyumiku syahdan
aku tertunduk
menangis dalam bahagia rupa
menuntun pada sinar niagara
dan akupun tersenyum
dalam puncak utuh belantara
dan akupun tertunduk
dalam hening sepi
yang mengikat, yang berpeluh
dalam semu embun yang masih tercipta
kuterdiam
kutermangu
dalam ribuan kunang yang memabukkanku
aku terbunuh sepi
dari ribuan malam jingga yang dulu mengembang