Saat hujan retak
Tetaplah jadi pelangi
Yang tinggalkan warna biru diujung langit
Beri senyum pada senja jatuh
Bukankah ada sebuah tangan yang tetap terulur padamu
Untuk kau genggam disaat kau hampir jatuh
Bukankah ada tempat bersandar
Saat kau lelah mencari jalan
Bukankah ada cahaya
Saat kau tak tahu arah
Bukankah ada tempat
Saat kau ingin istirahat sejenak
Ada kekuatan dibelakangmu
Yang tak inginkan kau untuk kebelakang
Berjalanlah aku akan mencoba menjadimu
Tak perlu kau cari malaikat yang bersayap
Cukuplah hanya ada orang disampingmu
Mendengarkanmu
Berimu kekuatan
Berimu tempat teduh
Berimu pelita
Dan berimu senyum
Dan kau merasa tak sendiri
Berdirilah, berjalanlah
Walau hujan retak, kau tetap pelangi yang berikan warna biru
dimana tangan itu? dimana cahaya itu? dimana senyum itu? apa sudah menghilang karna si hujan retak tak mampu lagi menghadirkan pelangi?

