Dalam diam kumerindumu SANGAT,
saat bulir angin meniupkanku pada sebuah kenangan
Sungguh kumerindumu, ingin memelukmu lekat
Kuterduduk, renungkanku dalam pasrah
Saat jiwaku tergores luka, dan ragaku lelah mencari
Kuhanya ingin mencium kakimu pantas
Lalu rebahkan nadiku dalam usap bijakmu
Kurajutkan alif demi alif dalam pautan doa
Inginku berlari lebih cepat lebihkan dalam cahaya
Menculikmu dari tangan Tuhan,
dengan alif-alif yang kusadur tak sempurna
Aku hanya bisa diam
saat kakiku tak lagi sempurna berdiri tegar
Aku hanya merindumu, hanya sekedar ingin memelukmu sangat…………….
Mungkin “hanya” bagiMu, dia atau mereka yang telah membuat goresan luka pada hidup yang tersauhkan
Aku hanya ingin memelukmu saat kutersungkur dalam kelabu
Resapi belaimu yang mengurai seribu raguku
Saat matahari membekukanku dalam diam yang sangat
Kuhanya mampu tersenyum dalam detakku
Kuhanya merindumu, dan hanya ingin memelukmu sangat
Walau hanya dalam satu helaan nafas yang tak lagi panjang


