Semalam aku sendiri
Pada malam aku tertunduk
Lalu ku tersimpuh
TUHAN, AKU MENANGIS
Aku mengetuk pintuMu
AKU LELAH, AKU TAK BER RAGA
TUHAN,,
Aku mengetukmu sekali lagi, Dengan Lebih Keras
Bahkan Aku mengutukMU
KENAPA KAU CIPTAKAN HATI
Kenapa Kau hanya turunkan 1 kasihmu
Dan Kau simpan 99 sayangmu di surga
Continue reading ‘TUHAN,, Aku Pun Menangis’
Cuma karena hati harus terisi dan rasa haruslah cinta
Maka kerapkali manusia berlari dan mencari entah apa
Cuma karena sepi diartikan mati
Dan luka tak boleh ada
Maka manusia berpikir telah menemukan entah apa
Padahal aku lelah
Dan aku telah sampai dimana aku menoleh dan menyadari
Aku tak pernah menemukan apa-apa
Dan bahwa seumur hidupku aku hanya berpura-pura bahagia
Kamu Liat Ada Bening Di Mataku
Ada Jiwa Di Lukaku
Aku Hanya Sesaat Bagimu
Hingga Kadang Sayangku Membuatku Takut
Terima Kasih Atas Semuanya
Karnamu Langitku Biru
Karnamu Saat Senja Hadir Selalu Kutemukan Pelangi
dan Membuat Hariku Penuh Bahagia Seakan Esok Tak Pernah Berakhir
Continue reading ‘I Love You’
There’s a lot of things I understand
And there’s a lot of things That I dont want to know
But you are the only face I recognize
its so damn sweet of you
To look me in the eyes
Its all right I’m ok I think God can explain
I believe I’m the same I get carried away
Its alright I’m ok I think God can explain
I’m relieved I’m relaxed I’ll get over it yet
The scent of vaseline In the summertime
The feel of an ice cube, melting over time
The world seems bigger than both of us
Yet it seems so small, when I begin to cry
I’m so much better than you guessed
I’m so much bigger than you guessed
I’m so much brighter than you guessed
Mungkin diantara kita ada banyak serpihan yang tak tersadari, hingga rasa percaya itu timbul dan kupertanyakan, lalu kau sebutkan percayalah padaku, dan akupun percaya dengan sepenuh hati, namun ntah knapa hatiku melongok keluar hanya ingin melihat keluar dan mempertanyakanmu kembali. Mungkin kataku salah, mungkin caraku brutal, mungkin kataku kasar, tapi karena aku menyayangimu dengan hidupku.
Tapi aku tetap disini dengan luka hatiku yang sedikitpun tak pernah kau sentuh, karena yang kau tahu, hanya kau yang terluka, dan tak ada sayang itu untukku.
Mmm. …itu sebuah pertanyaan membosankan saat ini bagiku. Saya sendiri mencoba berpikir mengapa ya setiap bertemu teman atau keluarga apalagi di acara-acara seperti pernikahan dua kata tersebut yang selalu saya dengar. Apa tidak ada pertanyaan yang kreatif selain “itu”?
Mungkin dalam pikiran mereka itu, di usia yang menginjak 30 tahun, umumnya atau rata-rata laki-laki seusiaku sudah pada menikah dan berkeluarga.
Lihat, teman-teman Sekolah ku (SMP dan SMA) saat ini memang hampir sebagian sudah menikah dan di anugerahi balita yang lucu itu. Teman kuliah ku hampir setiap bulan memposting di milis undangan pernikahan mereka. Senang juga melihat beraneka ragam model undangan dan kreatif-kreatif.
Kini hampir setiap bulan ada undangan pernikahan dirumah ku. Entah itu dari keluargaku, teman sekolah, ataupun mantan “kekasih-kekasih”ku (hehehe).
Continue reading ‘KAPAN MENIKAH?’
“sudahlah mas, aku rela kok misal sampean poligami” sebuah kalimat yang mungkin tidak pernah terpikir olehku bakal keluar dari bibir mungil lisa, istriku.
“ apaan sih dik, ga usah bercanda gitu” aku jawab sekenanya sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan cairan sperma sisa menunaikan kewajiban biologis seorang suami.
“ aku tak pernah bercanda mas, aku ikhlas lillahi ta ala……” samar-samar kudengar lisa berusaha meyakinkan aku dan mungkin juga dirinya. “Dalam ajaran agama kita juga diperbolehkan kalau laki-laki pingin menikah lebih dari satu”
“tapi aku gak mau poligami dik, bolehkan? Satu istri aja belum habis hehehhehe…….” Selorohku sambil memberikan kecupan dikeningnya.
“ mas aku serius, aku beneran ikhlas, aku ridho’ lagian jalan poligami itu sah bagi kita dan agama yang kita anut.”
“iya aku tahu islam membolehkan seorang suami beristrikan lebih dari satu, aku tahu. Tapi itukan pilihan bagi mereka yang mampu dik, gak gampang untuk hidup poligami itu.’
“ aku yakin kok mas mampu, aku yakin.”
“ kok kamu bisa segitu yakinnya aku mampu berpoligami?”
“Ya karena aku telah mengenal mas luar dalam”
“Sebrapa dalam kamu mengenal aku?”
“ ya pokoknya aku yakin kalo mas berlaku adil kalo ntar punya istri lagi”
Sejenak aku pandangi wajah istriku yang masih cantik meski sudah menginjak usia 35 tahunan. Gurat-gurat tipis dimatanya membuatnya kelihatan semakin sempurna sebagai wanita. Hidungnya yang mungkin tidak semancung hidung dian sastro, namun itulah salah satu keunikan yang dia punya.
Continue reading ‘POLIGAMI berarti ada sebuah hati yang tersakiti, meskipun dia berucap kuat mampu berbagi’