USANG

  • Posted on July 27, 2010 at 9:55 am

kau ang tak lagi berbinar saat memandangku

kau yang telah redupkan sayang dan cintamu untukku

yang kutau tak lagi ada getar dinadimu, saat ku ada disisimu

saat lama kita tak berjumpa, tak ada rasa gelisah itu dimatamu

sekian lalu

dan kau yang bisa alihkan cintamu dalam sebuah nyaman

yang mudah kau dapat

dan aku yang telah merancang ratusan rumah

dan aku yang telah merancang ribuan

dan aku tak mampu untuk selesaikannya

karna rumah itu telah basah dan hanyut saat hujan menerpa

karna ribuan itu tak lagi sanggup ku tetapkan, dan aku tersesat dalam labirin

yang kucipta, yang kubangun saat aku terpikir tanpamu

dan kau yang membuat hidupku lumpuh dalam gerimis yang dingin

gigil aku sendiri memeluk angin yang buatkan kakiku tak mampu melangkah

kau yang tak lagi kutemukan cinta dibinarmu

dan ku yang telah merancang ribuan hari tanpamu

dan kuterdiam, tak sanggup

dan kau akan mudah temui kenyamanan itu lagi, ntah kapan

dan aku terdiam dalam luka

dan yang kutahu kaupun terluka

tapi kau tetap bisa melangkah

dan kuteteap mencoba merancang tanpamu…………..

dalam senja dan mati

  • Posted on May 18, 2010 at 4:49 pm

dan kaubuatkan pedang yang kilap
yang menjulur saat badai terikat
dan aku yang jadikan kesialan abadi bagimu
hingga kau sesak dan nestapa
dan kau mengutukikku dalam nyanyianmu
dulu kau puja aku hingga syahdumu
dan aku menangis dalam pilu
aku berjalan, tapi kutak sanggup
aku kembali hapus tetes air langitmu
hingga ku mampu mencinta
dalam segala bentuk

saat kau tak lagi ingin
kau tak lagi berdiri lekat
kau berlari, hingga kutersesat
aku yang masih ada
tapi yang kutau kau bukan takdirku
dan aku tetap berdiri

dan aku tersenyum, dalam dada nelangsaku
kau pernah ada, walau tubuhku berkalang
dalam senja dan mati

KAU

  • Posted on May 18, 2010 at 4:46 pm

KAU

yang selalu berhasil menggantikan sedih dan galauku dengan keanehan dan canda tawa — khas dirimu, tentang dirimu

dan berusaha menjadi pahlawan di mataku atau hanya menjadi dirimu sendiri tanpa malu, tanpa kau tutupi

engkau memiliki mata yang selalu membuatku meyakini harta yang kau simpan dalam hatimu, yang kutahu begitu kuat dan tak tergantikan

sebab semarah apapun dirimu…matamu selalu menyiratkan ketulusan kasih sayang… dan aku selalu mencuri mata teduh dan kuat itu, untuk meyakinkanku, bahwa kau ada

( itu kataku, bukan katamu, dan yang kutahu hanya tentang aku dan aku yang sibuk dengan pikiranku sndiri, seperti katamu)

perjalanan

  • Posted on May 18, 2010 at 4:43 pm

Yang ku tau selama matahari bersinar,
esok pasti masih ada.
Hanya mungkin musim yang berbeda.
Pada ujung belahan bumi manapun, pasti ada malaikat..
Walau dia tak bersayap, tapi ada damai saat kau bersamanya.
Kalaw pun ada gerimis,, BIARKAN SAJA.
Karna bumi perlu basah, tak mengering.
HANYA MUSIM SESAAT SAJA.
Tetap jadilah kapas putih, dan aku hanya seperti saputan langit.
Walau tak mampu kau memegangnya,,
tapi aku ada untuk berjalan bersamamu, dan jadikan kau berlangit.
Jadilah kilat yang mampu terangi,,
maka akan kau temukan bintang saat kau tersimpuh dalam doa.
Yang jadikanmu pelangi tak dalam jeda, tapi HATI.
(Ay – senja angsrub saat perjalanan dalam senyum gerimis jingga)

Kau Tak Biasa

  • Posted on May 4, 2010 at 4:36 pm

Kau tak biasa
Hadir dalam sebuah hari yang aneh
Katamu dan kataku juga
Ditempat antara langit kita bertemu
Kau tak biasa, dan membuatku menjadi luar biasa
Merasakan senyummu yang sungguh meruntuhkan nadiku

Kau tak biasa
Dengan segala hidupmu yang membuatku tertegun & mengagumimu
Hingga belasan kata sempat tak mampu ku buat
Kau tak biasa
Membuatku jadi sesuatu yang sangat berdetak

Hariku menjadi sangat menakjubkan
Setelah pertemuan di hari yang sangat membuatku tertegun

KAU TAK BIASA

Sky Dinning Plaza Semanggi, 28 April 2010


RUANG TENGAH

  • Posted on April 26, 2010 at 10:20 pm

kau dan aku
saling menatap, tak bertegur sapa
aku yang penuh dendam
dan kau dengan cinta dan sayangmu yang pudar

kau dan aku
berdiri seperti orang asing
tak saling kenal, tak saling sapa
hanya hatiku yang masih tegetar menatapmu
melihat lentik jarimu yang ammpu getarkan hatiku
saat lama kutak menemukanmu

kau dan aku
diruang tengah ini
tak saling bicara dalam diam
akupun melangkah, menuntunku pada dudukmu

kau dan aku saling menatap
dalam ragu
aku bicara padamu, dan kau bicara padaku
saat mata kita saling menatap
aku rasakan kau seperti salju
yang mampu padamkan api dalam hatiku
kau menyentuhku dalam kalbu

kau dan aku dalam ruang tengah
yang kita miliki
saling bicara
saling tersenyum lagi
ah lupakan segalanya
hanya ada kita dalam ruang tengah ini
penuh kehangatan
penuh dengan senyummu
itu sudah cukup untukku

diruang tengah ini,kita saling bicara
ah ternyata hanya saling salah paham
kau masih ada untukku
dengan semua cinta dan sayangmu
aku dan kau